Home » Pariwisata » Ini Destinasi Pilihan untuk Wisata Gastronomi di Indonesia

Ini Destinasi Pilihan untuk Wisata Gastronomi di Indonesia

Tag

Rendang menjadi kebanggaan Indonesia yang diceritakan pada masyarakat dunia pada kesempatan yang digelar UNTWO. (TP/Ist)

Pariwisata, Madrid – Tahukah Anda, bahwa kekayaan dan keanekaragaman gastronomi Indonesia merupakan kontribusi dari 1.340 suku di Indonesia yang dituangkan dalam sekitar 5000 resep. Kekayaan gastronomi Indonesia merupakan olahan dari keanekaragaman hayati dari hutan tropis yang luasnya lebih dari 80 juta hektare dan menjadi tempat berkembangnya lebih dari 40 ribu jenis tanaman.  Didukung perairan Indonesia yang luas karena menyimpan 2.500 jenis ikan laut dan 2.184 jenis ikan tawar.

Untuk mendukung pariwisata gastronomi tersebut menurut  Vita Datau, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, saat ini didorong operator perjalanan yang fokus pada culinary destinations, seperti di Jogja yang menampilkan Royal Dining Tour. 

Kemenpar telah menetapkan 5 destinasi gastronomi yaitu, Ubud; Yogyakarta, Semarang, Solo dan Bandung. Sedangkan Ubud di Bali sebagai prototype pengembangan pariwisata gastronomi. Hal tersebut dikemukakan pada sesi Gastronomy Network on Succesful Examples dalam Forum Dunia tentang Pariwisata Gastronomi (World Forum on Tourism Gastronomy) yang diselenggarakan UNWTO di kota San Sebastian 7-9 Mei 2017.

Oleh karena itu segala upaya ditempuh oleh Pemerintah Indonesia. Salah satunya dengan menggali kekayaan warisan budaya kuliner sebagai daya tarik destinasi.

Konsep gastronomi Indonesia yang disebut dengan Triangle Concept, yakni filosofi gastronomi berporos pada 3 tungku segitiga, masing-masing Makanan (food), Budaya (culture) dan Sejarah (history).

Antara food dan history terhubungkan oleh spices (rempah-rempah); kemudian antara history dengan culture terhubungkan oleh storytelling (hikayat); dan antara culture dengan food terhubungkan oleh ritual/ceremony (upacara).

Gastronomi Indonesia yang populer adalah Rendang karena di dalamnya terdapat proses pembuatan yang dinamakan marandang, dan filosofi dari setiap unsurnya seperti daging mencerminkan prosperity (kesejahteraan), rempah-rempah mencerminkan enhancement (peningkatan), santan kelapa untuk integrator dan cabe merah untuk good lesson (pelajaran baik). Hal tersebut tentu sesuai dengan konsep gastronomi keberlanjutan. Tak salah CNN memang telah jadikan rendang sebagai salah satu makanan daging terlezat di dunia.

Nah contoh nyata bagaimana Gastronomi mendukung pariwisata adalah yang terjadi di kota San Sebastian. Kota tersebut mengandalkan perekonomiannya dari sektor pariwisata yang bertumpu pada kekuatan gastronominya.

Pemerintah Spanyol telah memprioritaskan pariwisata gastronomi dalam strategi promosi pariwisatanya. Khusus untuk San Sebastian, yang telah dikenal sebagai ibukota gastronomi dunia, strategi tersebut sangat tepat karena memang sangat cocok dikemvanhkan pada alam pedesaan yang menyediakan banyak bahan makanan hasil pertanian yang masih segar untuk diolah dan disantap.

Pada 2015, tercatat 8,4 juta wisatawan internasional yang berkunjung ke Spanyol (12.3% dari total wisatawan) memilih kegiatan pariwisata gastronomi. Potensi tersebut masih dapat terus dikembangkan dengan inovasi dan kreativitas para pakar dan chefs, seperti yang dikembangkan di Basque Culinary Center, yang sekarang telah menjadi center of gastronomy excellence di Spanyol.***

Tag Facebook
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Grand Fondo New York 2017 Sukses Digelar di Lombok, Ini Pemenangnya

Tag Pariwisata, Lombok-  Grand Fondo New York Indonesia 2017 di Lombok, Minggu (3/9) sukses digelar. ...

Share