Home » Pariwisata » Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Purwakarta Prioritaskan Ekowisata dan MICE

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Purwakarta Prioritaskan Ekowisata dan MICE

Atraksi air mancur di Taman Air Mancur Sribaduga Purwakarta Foto: Ist

Atraksi air di Taman Air Mancur Sribaduga Purwakarta akan menjadi magnet favorit dorong kunjungan wisatawan. Foto: Ist

Tag Pariwisata, Purwakarta- Dibukanya kembali Taman Air Mancur Sribaduga Purwakarta seperti menjadi pembuka langkah kabupaten yang dipimpin Dedi Mulyadi ini, untuk masuk sebagai destinasi wisata unggulan mempertimbangkan beragam potensinya dengan mengutamakan ekowisata dan MICE (Meeting Incentive Convention & Exhibition).

Menteri Pariwisata Arief Yahya pada kesempatan  peresmian objek favorit di Purwakarta, Sabtu (18/2) menyatakan bahwa potensi mendatangkan 1 juta wisatawan tentu bukan hal sulit. Hanya perlu promosi bahwa Purwakarta adalah kota yang indah ditambah dengan informasi event.

Tujuan pariwisata adalah meningkatkan  kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat sehingga kehadiran Air Mancur Taman Sri Baduga Purwakarta ini sebagai upaya Pemkab Purwakarta untuk mewujudkan tujuan tersebut.

“Taman Air Mancur Sribaduga ini akan jadi magnet orang ke Purwakarta. Untuk di Indonesia sudah bagus, cukup menarik. Untuk tingkat dunia kita harus menyaingi Dubai, atau Xin Hu di China  yang telah mampu memadukan teknologi dan seni,” kata Arief Yahya.

Mempertimbangkan posisinya, Arief Yahya menambahkan bahwa Purwakarta yang strategis, hanya sekitar satu jam dari Bandung, dan sekitar satu jam dari Jakarta, sayang bila tidak dimanfaatkan.  Untuk itu kegiatan MICE perlu didorong. Begitu juga kegiatan ekowisata ditumbuhkan karena jenis wisata ini yang cocok bagi Purwakarta.  Untuk Purwakarta sebaiknya komposisi yang tepat menurut Arief Yahya adalah budaya dan alam 60%, MICE 40%.

Seperti diketahui kunjungan wisatawan ke Purwakarta per November 2016 sebanyak 903.885 (terdiri  1.280 wisman dan 902.605 wisnus) mengalami kenaikkan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bila pengeluaran wisnus Rp. 850 ribu dan wisman Rp. 1 juta, maka mudah dihitung beredarnya uang dari kunjungan wisatawan tersebut. Tren kenaikan kunjungan wisatawan itu, tentu perlu dukungan peningkatan unsur 3A (Atraksi, Amenities, dan Aksesibilitas) agar upaya Pemkab membuahkan hasil.

Baca juga : Taman Air Mancur Sribaduga Purwakarta Diresmikan

Hotel untuk MICE perlu ditambah, Purwakarta disarankan segera memiliki KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Pariwisata layaknya area wisata yang dilokalisir seperti di Nusa Dua Bali. Rencananya KEK akan mulai digarap tahun ini mengambil satu lokasi di sekitar Jatiluhur. Menjual MICE akan terintegrasi dengan Jakarta. “Menjual Purwakarta mudah digabung dengan Jakarta, satu paket dengan Jakarta. Saya akan masukkan Purwakarta dalam Great Jakarta, sehingga menjual Purwakarta tidak perlu dari nol,” katanya.

Event juga harus digenjot, untuk mendorong orang datang ke Purwakarta. Untuk event, rencananya akan digelar Tour de Jatiluhur  September 2017. Dengan adanya event maka media nasional dan international akan meliput kegiatan itu akan menambah awareness destinasi. Tour de Jatiluhur bahkan akan menjadi ajang yang ke 5 di Indonesia untuk kegiatan sejenis, setelah Tour de Singkarak, Tour de Ijen, Tour de Flores, Tour de Kuningan.***

Tag Facebook
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Solo Great Sale Dibuka, Sebulan Penuh Wisatawan Bisa Belanja dengan Diskon Hingga 80%

SOLO — Kementerian Pariwisata menyambut baik ajang tahunan Solo Great Sale (SGS) tahun 2018 yang ...

Share