Home » Pariwisata » SMK Pariwisata Wajib Berstandar Global

SMK Pariwisata Wajib Berstandar Global

Tarian pembuka pada Rakornas SMK Pariwisata ke 3 di Jakarta. (TP/Ist)

Tag Pariwisata, Jakarta-Di era yang serba global saat ini, standar pendidikan SMK Pariwisata harus global  minimal berstandar regional. Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Pariwisata pada penutupan Rapat Koordinasi Sekolah Menengah Kejuruan (Rakor SMK) Pariwisata ke-3 di Royal Kuningan Hotel Jakarta pada 19-21 Juli 2017.

“Seluruh SMK Pariwisata wajib berstandar global minimal regional, dengan mengoptimalkan digital tourism yang kini telah menjadi keniscayaan,” kata Arief Yahya.

Ditengah pertumbuhan pariwisata yang tidak menguntungkan di beberapa negara di Asean, Indonesia tetap bisa tumbuh 20%. Dukungan berbagai sektor termasuk sumber daya manusia (SDM) yakni lulusan SMK yang berstandar global ini akan berpengaruh dalam menyikapi pariwisata yang kini serba digital. Wisatawan yang mulai beralih ke platform digital karena lebih mobile, lebih personal, dan lebih interaktif harus didukung oleh SDM yang berpendidikan dengan standar global.

Rakor yang mengangkat tema “Peran SMK Pariwisata dalam Pengembangan Digital Tourism”,  ditutup oleh Menteri Pariwisata,diikuti 328 peserta terdiri dari para Kepala Sekolah SMK seluruh Indonesia dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan kepariwisataan.

Kegiatan ini mengkoordinasikan peran akademisi sebagai bagian unsur pentahelix pariwisata (Akademisi, Pelaku bisnis, Komunitas, Pemerintah, dan Media) dalam mengimplementasikan tiga program utama Kemenpar (go digital, akses air connectivity, dan homestay desa wisata) utamanya go digital dalam ranah SMK Pariwisata.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, prinsip dari go digital adalah more digital more personal, more digital more professional, more global. Teknologi digital ini menjadi bagian dari winning for the future customers semua lini di Kemenpar mulai dari pemasaran, pengembangan destinasi dan industri, hingga kelembagaan dan SDM pariwisata, semua berbasis pada digital.

“Kita harus sadar, digital itu akan semakin akrab dengan kehidupan masyarakat, dan ke depan akan semakin kuat. Maka kita tidak mungkin, marketing tanpa menggunakan digital karena pemasaran digital itu lebih murah, mudah, dan world wide” kata Menpar Arief Yahya.

Senada dengan Menpar, Deputi BPKK Ahman Sya, menjelaskan Wisatawan dunia kini mulai beralih ke platform digital, selain itu pembagian informasi melalui platform digital 70 persen adalah di media digital dan promosi melalui media digital empat kali lebih efektif dibanding media konvensional.

“Rakornas ini merupakan kelanjutan dari Rakornas yang diselenggarakan di Bali pada tahun 2016, yang menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan daya saing SDM Pariwisata Indonesia melalui penguatan tiga faktor. Yaitu penguasaan bahasa asing terutama bahasa Inggris, penguasaan teknologi informasi dan manajemen.

Lebih lanjut, Ahman menjelaskan, rakor ini juga sebagai evaluasi terhadap hasil rakor sebelumnya. Sejauh mana pendirian lembaga sertifikasi profesi tingkat 1 di tiap SMK Pariwisata, mana (sekolah,red) yang sudah mana yang belum.***

Tag Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pasca Gempa Lombok, Restoran Cepat Saji Ini Berikan Bantuan pada Pengungsi

Tag Pariwisata, Jakarta–Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pasca gempa 7SR di Lombok Nusa Tenggara ...