Home » Destinasi » Riau Akan Gelar Festival Perang Air, Tradisi Imlek Unik di Dunia

Riau Akan Gelar Festival Perang Air, Tradisi Imlek Unik di Dunia

Perang air, Cian Cui, Meranti, riau

Serunya Perang Air, Cian Cui di Meranti Riau.Foto:Ist

Tag Pariwisata, Riau – Kalau di Thailand disebut Songkran, di Riau tepatnya di Selatpanjang Kabupaten Kepualaun Meranti disebut Perang Air. Sebuah tradisi masyarakat Tionghoa yang sudah lama dikembangkan, dan dipopulerkan di Selatpanjang juga dilaksanakan di Thailand.

Tradisi ini berlangsung selama 6 hari terhitung sejak Imlek hari pertama dan ternyata tradisi ini mengalahkan tradisi perang air di Thailand.

Tanggal 28 Februari, Festival Perang Air (FPA) atau biasa disebut Cian Cui, rencananya akan dilaksanakan.

Tradisi Imlek ini seru dan menarik. Semua orang tua dan muda, mempersenjatai diri dengan bom air dalam kantung plastik, ember, gayung dan aneka jenis pistol air.

Mereka melawan peserta yang ada di becak motor lain dan juga melawan peserta yang menunggu di pinggir jalan. Ada ratusan becak motor yang terlibat dalam perang air ini. Etnis Tionghoa dan Melayu berbaur dalam suasana yang akrab. Kebanyakan warga Melayu tidak naik becak motor tapi menyerang dari pinggir jalan, atau menjual amunisi kantong berisi air yang sudah dibungkus plastik.

Masyarakat lokal dan etnis Tionghoa berbaur mengikuti tradisi ini. Foto:Ist

Masyarakat lokal dan etnis Tionghoa berbaur mengikuti tradisi ini. Foto:Ist

Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kepulauan Meranti, Ismail Arsyad menjelaskan, rencananya perhelatan tersebut akan dibuka langsung oleh Gubernur Riau, Ir Asryadjuliandi Rachman.

”Perang Air atau lebih dikenal dengan sebutan Cian Cui itu dalam rangka menyambut Imlek di Kota Selatpanjang. Agenda ini telah masuk sebagai salah satu event yang tercatat didalam Calendar of Event Riau 2017,” ujar Ismail.

Wisatawan dapat bermain air dengan menggunakan tembak air sambil berkeliling kota menggunakan becak motor.

Tradisi perang air ini dalam perayaan Imlek di Kota Selatpanjang dari tahun ke tahun terus menjadi sorotan warga etnis tionghoa dari belahan dunia.

Setiap tahun, ribuan warga tionghoa dari berbagai negara mulai dari Malaysia, Singapore, Thailand, Australia bahkan dari negara Republik Rakyat China berkumpul di Kota Selatpanjang. Kota yang dijuluki kota Sagu tersebut.

Mereka menghabiskan waktu untuk mengikuti tradisi unik yang hanya ada di Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten termuda di Provinsi Riau. “Bersiram-siram air dan semprotan busa berkeliling kota dengan menggunakan becak, sangat unik dan bikin happy,” katanya.

Kabupaten Kepulauan Meranti, 40 persen penduduknya adalah etnis Tionghoa.

Penyelenggaraan Festival Perang Air di Kota Sagu, Selatpanjang kali ini diprakasai oleh Pemkab Kepulauan Meranti bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau. “Kita akan menarik para pelancong baik dari lokal maupun mancanegara melalui event perang air ini. Perang air ini merupakan bagian pariwisata yang sangat baru dan harus dikembangkan,” kata Ismail.

Rekaman festival perang air ini akan dimasukkan dalam data agenda Kementerian Pariwisata.

“Roundown acara sudah kami persiapkan. Semoga Kabupaten Meranti Riau makin dikenal, baik nasional maupun dunia. Sehingga dapat menarik minat para wisatawan untuk berkunjung melihat keunikan dan keanekaragaman adat budaya di Kabupaten ini,” tandasnya.***

Tag Facebook
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Makin Mudah Saja ke Danau Toba, Batik Air Akan Terbang ke Silangit

Tag Pariwisata, Jakarta- Maskapai Batik Air akan segera terbang ke Bandara Silangit dari Bandara Internasional ...

Share