Home » Pariwisata » Puncak Perayaan Hari Yoga Internasional Akan Digelar di Prambanan, Ini Jadwalnya

Puncak Perayaan Hari Yoga Internasional Akan Digelar di Prambanan, Ini Jadwalnya

Tag Pariwisata, Jakarta-Penyelenggaraan Yoga Festival akan berlangsung di 10 kota besar di Indonesia, sebagai rangkaian menyambut Hari Yoga Internasional ke-4 di Indonesia, yang akan diperingati setiap tanggal 21 Juni. Sebagai tuan rumah Hari Yoga Internasional, mempunyai arti penting dalam meningkatkan hubungan antara Indonesia dengan India, yang memiliki kesamaan mengembangkan budaya olah tubuh yoga.

Hal tersebut dikemukakan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Duta Besar Republik India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat, dalam  jumpa pers pre-event Yoga Festival 2018 di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor  Kementerian Pariwisata, Sabtu siang (28/4/2018).

Dengan tema acara “Sepuluh Kota, Sepuluh Hari, Menyatukan Dua Puluh Ribu Pencinta Yoga ; Mempromosikan Kesehatan dan Kebahagiaan Melalui Yoga”, puncak perayaan event ini akan diselenggarakan di Candi Prambanan, Yogyakarta pada Minggu, 24 Juni 2018. Lebih dari 10 ribu peserta akan mengikuti berbagai sesi Yoga diperagakan oleh para guru Yoga dari India yang telah dilatih secara profesional sesuai dengan Standar Protokol Umum Yoga dari Hari Yoga Internasional.

Event Yoga Festival 2018 dalam menyambut Hari Yoga Internasional ke-4 di Indonesia akan berlangsung di 10 kota di antaranya; Malang (22/4), Jakarta (28/4), Yogyakarta (5/5), Bandung (9/6k), Bali (16-17/6), Surabaya (21/6), Jakarta (23/6), Medan (24/6), Yogyakarta (24/6), dan Surabaya (10/8).

“Pada Februari 2018 yang lalu, kami mengirim dua seniman terbaik, yakni Anjasmara dan Ayu Laksmi, untuk menghadiri Festival Yoga Internasional di Rishikesh, India,” kata Arief Yahya.

Yoga mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Dunia. Pada 11 Desember 2014, India berhasil menetapkan tanggal 21 Juni sebagai Hari Yoga Internasional, dengan mengeluarkan resolusi di Majelis Umum PBB. Untuk mengesahkan resolusi, Indonesia memberikan dukungan dengan menggalang suara dari 177 negara anggota.

Menpar Arief Yahya, menjelaskan tentang kedekatan hubungan kedua negara, saat ini semakin erat dengan dibukanya penerbangan langsung (direct flight) Garuda Indonesia dari Mumbai ke Denpasar Bali. Acara inaugural flight-nya telah berlangsung di Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Mumbai (23/4) dan welcoming flight di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai  Bali (24/4) dengan menggunakan pesawat Airbus A330-200 berkapasitas 36 kelas bisnis dan 186 kelas ekonomi.

“Pertengahan Mei 2018 saya akan melakukan pembicaraan bisnis dengan agen perjalanan dan tour operator India untuk menjual lebih banyak paket tour ke Indonesia, sehingga kita harapkan lebih banyak wisatawan India datang ke Indonesia,” kata Arief Yahya.

Kemenpar menetapkan pasar India sebagai Top-5 penghasil wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia dengan urutan; China, Eropa, Australia, Singapura, dan India.  Tahun lalu, China menempati urutan pertama dengan memberikan kontribusi sebanyak 1,9 juta wisman, sedangkan India sebanyak 485.000 wisman atau mengalahkan jumlah kunjungan wisman dari Korea ke Indonesia sebanyak 379.000, padahal penerbangan langsung dari India ke Indonesia tahun lalu tidak ada.***

 

 

Tag Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pasca Gempa Lombok, Restoran Cepat Saji Ini Berikan Bantuan pada Pengungsi

Tag Pariwisata, Jakarta–Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pasca gempa 7SR di Lombok Nusa Tenggara ...