Home » Pariwisata » Penasaran Keindahan Indonesia, Kapal Tiang Tinggi Pertama Singgah di Jakarta Atas Permintaan Penumpang

Penasaran Keindahan Indonesia, Kapal Tiang Tinggi Pertama Singgah di Jakarta Atas Permintaan Penumpang

Kapal pesiar tiang tinggi (Tall Ships) “Star Clipper” perdana sandar di Indonesia membawa 130 wisman. (TP/Ist)

Tag Pariwisata, Jakarta –Untuk kapal cruise sudah biasa  berlabuh di perairan Indonesia, nah untuk jenis kapal tiang tinggi, inilah yang pertama kalinya. Kapal layar tiang tinggi (Tall Ships) “Star Clipper” berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (21/5). Selain Jakarta, mereka akan berada di Indonesia selama 16 hari. Semua penumpangnya berbelanja dan berwisata. Kapal tersebut akan membawa sebanyak 130 penumpang wisatawan mancanegara untuk berwisata bahari dari barat ke timur Indonesia, masuk dari Belitung Timur menuju Kepulauan Seribu, Jakarta, Madura, Labuhan Bajo, sampai di Wikelo, Nusa Tenggara Timur.

“Tahun ini Star Clipper akan melakukan perjalanan wisata di Indonesia sebanyak 20 paket perjalanan dengan lama pelayaran rata-rata 7 hari dengan pemberhentian (home port) di Bali,” kata Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar Indroyono Soesilo didampingi Ketua Bidang II Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Marsetio, Kamis (21/5).

Perusahaan yang menaungi kapal tersebut memiliki armada kapal yang mengkhususkan kapal tall ships berjumlah tiga kapal bernama Royal Clipper, Star Clipper, dan Star Flyers.

“Ketiga kapal ini nantinya akan rutin mendatangi Indonesia. Ini cukup bagus untuk menambah angka kunjungan wisman kita. Bila mereka melakukan 20 kali perjalanan selama setahun dengan tiga kapal, dikalikan 130 wisman, berarti 7800 wisman per tahun. Dan biaya yang mereka keluarkan selama di Indonesia itu antara USD 1200 sampai USD 1300 ,” terang Marsetio.

Rencananya bila tahun ini pelayaran wisata cruise ship  berjalan  sukses, pada tahun 2018 akan ditingkatkan jumlah kunjungannya
dan tidak menutup kemungkinan akan mendatangkan kapal lain, seperti Royal Clipper, yang lebih besar.

Hal tersebut dimungkinkan karena faktor-faktor yang selalu menjadi perhatian dan pertimbangan telah dipermudah yakni masalah prosedur CIQP (Custom,
Immigration, Quarantine, Port Clearance) atau bea cukai, imigrasi, karantina, dan izin di pelabuhan. Misalnya biaya ground handling, baik resmi maupun tidak resmi, yang terlalu tinggi dan lebih mahal daripada negara tetangga akan terus dikoordinasikan dengan instansi lainnya agar dipermudah.

Destinasi yang menjadi sasaran utama kapal tall ships saat ini masih Bali, karena akses penerbangan internasional dengan kemudahan pemindahan penumpang dari pesawat ke kapal sejauh ini hanya di Bali
yang favorit dan belum adanya insentif fiskal bagi lalu lintas barang logistik untuk kapal.

Belum lagi alur masuk ke pelabuhan yang relatif sulit dan dangkal, seperti Benoa, dan kurang lengkapnya peta laut di beberapa lokasi wisata merupakan tantangan lainnya.

Namun kabar gembiranya, Kapten kapal Star Clipper, Brunon mengungkapkan, banyak customer perusahaannya yang menginginkan menjadikan Indonesia sebaggai hub . Hal ini menurutnya, Indonesia tidak kalah indahnya dengan Thailand.

“Banyak sekali yang bertanya kenapa tidak dipusatkan di Indonesia saja. Bagi custumer kami, keindahan Indonesia baik itu alamnya,
budayanya, dan makanannya sangat eksotis. Tidak kalah dengan negara lain di ASEAN,” ungkap Brunon.

Star Clipper sebelumnya mengoperasikan kapalnya selama beberapa tahun di Thailand untuk menjelajah destinasi wisata Bahari di ASEAN. Namun, atas permintaan banyak pelanggannya itu, pada tahun ini memutuskan
untuk beralih ke Indonesia sebagai uji coba.

“Bila uji coba ini lancar, tidak ada regulasi yang memberatkan, kami yakin Indonesia akan menjadi pusat pengoperasian kapal-kapal kami
untuk ASEAN. Saat ini yang sangat berpotensi masih Bali. Tapi kami sudah mendengar bahwa pembangunan-pembangunan Marina di Indonesia sudah digencarkan,” tukas Brunon.***

Tag Facebook
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Solo Great Sale Dibuka, Sebulan Penuh Wisatawan Bisa Belanja dengan Diskon Hingga 80%

SOLO — Kementerian Pariwisata menyambut baik ajang tahunan Solo Great Sale (SGS) tahun 2018 yang ...

Share