Home » Pariwisata » Optimal Terapkan Hospitality, Leebong Island Berhasil Jadi Tempat Wisata Hits di Belitung

Optimal Terapkan Hospitality, Leebong Island Berhasil Jadi Tempat Wisata Hits di Belitung

Tag Pariwisata, Jakarta- Liburan di pulau bisa jadi membuat tamu mati gaya tanpa guide yang siap membantu dan program menarik. Apalagi jaman serba digital bila tidak mengikuti tren yang ngehits diantaranya harus ada fasilitas spot foto demi tuntutan eksis di media sosial (medsos), rasanya akan ditinggal para tamu.

Coba jajal ke Pulau Leebong yang terletak di Desa Lasar, Kecamatan Membalong, Belitung, rasanya syarat betah libur di pulau terpenuhi di sini.

Pulau ini memiliki luas 37 hektar untuk kegiatan wisata dengan bangunan baru sekitar 30% sisanya masih hutan. Menuju pulau yang baru beroperasi sebagai kawasan wisata ini memerlukan waktu tempuh sekitar 50 menit perjalanan dari pusat kota Tanjung Pandan menuju dermaga Tanjung Ruu. Dari sana perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan perahu kecil dengan kapasitas sekitar 10 orang.

Daya tarik pulau ini ada di sisi belakangnya dari pintu masuknya yang dinamai Chicas Beach. Menuju pantai Chicas Beach hanya perlu sekitar 3 menit saja menyusuri jalan berpasir.Di sini banyak spot foto instagramable yang bikin tamu tambah betah menghabiskan waktu di sana.

Ke pulau ini tidak harus bermalam, ada paket day trip. Jadi kita datang ke pulau di temani guide beraktivitas di sekitar pantai lalu makan siang, lanjut beraktivitas hingga sore dan kembali lagi ke Tanjung Ruu. Kegiatan gathering dan team building juga bisa diadakan disini dengan kapasitas hingga 350 orang.  Paket day trip dijual mulai harga Rp. 485 ribu/pax. Sedangkan untuk menginap mereka menyediakan vila juga tempat camping dengan kapasitas mulai 4 hingga 8 orang dengan harga Rp. 4,8juta hingga Rp. 8 juta per malam.

Pulau  Leebong menawarkan aktivitas yang cukup baik. Bila berniat santai di Pulau ini hingga sore aktivitas yang bisa dicoba yaitu kayak, cano, banana boat, snorkeling, jet ski juga ada bagi yang ingin mengelilingi sungai. Ada tenis meja , futsal, golf alam, voli pantai dan nyuroh yakni kegiatan menangkap udang.

Pengelola Pulau Leebong dengan 32 karyawanya memiliki konsep tamu bisa menjadi teman, sahabat yang senantiasa harus dibantu saat berada di sana. Menjadikan tamu betah itu adalah target mereka. ‘Helpfull’ itu bagian dari tugas mereka di sana. Konsep itu diadaptasi dari salah satu perusahaan pelayan resort dunia, yang menawarkan  gaya hidup keakraban keramahan dan pelayanan saat liburan.

Hospitality Manager Pulau  Leebong , Geril mengungkapkan kepada reporter Tag Pariwisata, berkesempatan mengunjungi pulau itu, dengan tim dari Kementerian Pariwisata Rabu (20/2), bahwa upaya menerapkan hospitality yang baik telah menghasilkan apresiasi dari review Trip Adviser dengan predikat  excellent  walau baru beroperasi belum genap 3 tahun.

Hanya saja saat high season terasa repotnya ketika tamu membludak. Untuk kebutuhan sementara managemen akan mengambil siswa SMK sekitar Belitung untuk bekerja magang membantu, daripada mengambil tenaga dari luar meskipun keahliannya lebih memadai di bidang hospitality.

Menyinggung SDM, sebenarnya Pemda Kabupaten Belitung berencana meningkatkan SDM Pariwisata disana, mengimbangi pesatnya pertumbuhan pariwisata. Menurut  Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie saat membuka gelaran Festival Cap Go Meh di Tanjung Pandan Rabu (20/2), pariwisata yang tumbuh pesat harus dibarengi dengan pertumbuhan SDM khususnya di bidang ukm, ekonomi kreatif dan pariwisata.

Khusus di Bidang pariwisata Pemda akan menerapkan sertifikasi pada SDM pariwisata di beberapa bidang keahlian. Selain itu juga Pemda akan mengkoordinir lembaga pendidikan non formal untuk memberikan pelatihan kepada komunitas peminat pariwisata agar memberikan pelatihan bahasa Inggris. Begitu juga kurikulum buku pelajaran di sekolah akan ada materi mengenai wisata Geopark agar sejak dini masyarakat mengerti pentingnya keberadaan Geopark khususnya yang ada di Belitung. Pendidikan SMK dan sekolah tinggi pariwisata juga mulai dirintis dengan bekerja sama dengan beberapa universitas di Jakarta.

Seperti di ketahui rintisan pembangunan pariwisata di Belitung baru dimulai sekitar tahun 2009. Budaya masyarakat tambang yang mulai bergeser menurut Isyak malah meningkatkan PAD sekitar 400% artinya ada sektor yang memberi sumbangan besar yang bukan dari tambang lagi yakni sektor ukm, ekonomi kreatif dan pariwisata. Nah menariknya dari peningkatan sumbangan PAD yang tinggi itu ternyata tidak dihasilkan dari masyarakat asli Belitung. Diketahui sekitar 90% para pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata sebenarnya bukan penduduk lokal, tapi pendatang dari luar Belitung. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi Pemda untuk meningkatkan SDM lokal khususnya di bidang pariwisata. ***

Tag Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dorong Pariwisata, Festival Cap Gomeh di Belitung Berlangsung Meriah

Tag Pariwisata, Belitung -Perayaan Tahun Baru Imlek selalu diakhiri dengan acara Cap Go Meh. Termasuk ...