Home » Pariwisata » Meriahkan Libur Panjang, Festival Crossborder di Atambua Sukses Sedot Penonton

Meriahkan Libur Panjang, Festival Crossborder di Atambua Sukses Sedot Penonton

Tag Pariwisata, Atambua –  Lebih dari 25.000 orang menenuhi Lapangan Simpang Lima Atambua (10/12) demi menyaksikan grup band  Jamrud padaa Festival Crossborder Atambua yang digelar Kementerian Pariwisata edisi Desember 2016. 

Targetnya saudara-saudara dari Timor Leste menyeberang ke Atambua hanya untuk menyaksikan Festival Crossborder Atambua 2016.

“Kami masih menunggu laporan dari imigrasi terkait jumlah wisman Timor Leste yang masuk ke Atambua. Saya kira angkanya cukup besar karena lapangan Simpang Lima Atambua full lautan manusia,,” ungkap Vinsensius Jemadu, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar, Minggu (11/12) dinihari.

“Ini Festival Crossborder Atambua yang paling heboh. Jamrud ternyata masih sangat disukai warga Atambua dan sekitarnya serta wisman Timor Leste. Setelah ramai, penerintah Kabupaten Belu mudah-mudahan bisa mengembangkan pariwisata daerah supaya lenght of stay warga Timor Leste bisa lebih lama lagi saat berkunjung ke Atambua,” kata Vinsensius lagi.

Bacajuga: http://tagpariwisata.com/festival-crossborder-atambua-berhasil-menginspirasi-kabupaten-belu-bersolek-jadi-tujuan-wisata/

Bupati Belu Willybrodus Lay yang berada di kesempatan itu mengungkapkan mimpinya menjadikan Atambua sebagai kota festival budaya bagi Indonesia dan Timor Leste. “Timor Leste sangat mungkin bisa diajak untuk terlibat dalam festival karena antara timur dan barat Pulau Timor memiliki budaya yang sama. Kota festival menjadi ajang untuk meningkatkan hubungan persahabatan yang lebih erat lagi bagi dua negara bertetangga ini,” katanya.

Dari ajakan investasi, penguatan UMKM hingga program pembangunan homestay dan hotel akan disiapkan untuk memperkuat pariwisata di daerah perbatasan. “Kalau Atambua jadi kota festival maka akan ada banyak orang yang berkunjung ke sini dan sekaligus kita mempromosikan potensi pariwisata di Belu. Jadi ya kami juga harus bersiap menyambut tamu. Saya akan undang pengusaha-pengusaha NTT untuk berinvestasi di Belu. Homestay, UMKM, semuanya akan segera digarap,” tutur Bupati lagi.

Menurutnya, letak Kabupaten Belu yang secara geografis berbatasan langsung dengan negara Timor Leste memiliki daya tarik tersendiri dan sangat strategis untuk pengembangan pembangunan pariwisata.

Willy mengaku akan all out melaksanakan pembangunan amenitas di wilayahnya. “Kita belum punya hotel berbintang. Ke depan kita akan bangun hotel berbintang tiga atau empat sehingga wisatawan atau pengunjung lebih nyaman untuk tinggal di kota perbatasan ini,” janjinya.

Pembangunan amenitas ini dirasa sudah sangat mendesak lantaran setiap ada even besar, okupansi hotel dan homestay di Atambua selalu penuh. Hotel Intan, Hotel Matahari dan Paradiso sudah tak bisa lagi menampung tamu. Begitu juga dengan tiga homestay yang ada di Atambua. “Ini sudah sangat urgent jadi saya akan fokus ke sana dulu,” ujar Willy.

Karena konsisten gelar Festival Crossborder, Atambua jadi ramai. Ekonomi warga tumbuh. Ratusan pedagang kaki lima yang ada di sekitar lokasi panen rezeki.

Semua keberhasilan tadi tak lepas dari kemasan festival yang makin menarik. Promosi juga dilakukan sangat gencar. ***

Tag Facebook
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Solo Great Sale Dibuka, Sebulan Penuh Wisatawan Bisa Belanja dengan Diskon Hingga 80%

SOLO — Kementerian Pariwisata menyambut baik ajang tahunan Solo Great Sale (SGS) tahun 2018 yang ...

Share