Home » Pariwisata » Menpar Jelaskan Alasan Pariwisata Pantas Jadi Core Business Pemerintah Indonesia

Menpar Jelaskan Alasan Pariwisata Pantas Jadi Core Business Pemerintah Indonesia

JAKARTA – Pariwisata telah diusulkan Menpar Arief Yahya kepada Presiden Joko Widodo, terkait core business Pemerintah Indonesia pada Rapat Kerja Kabinet Paripurna di Jakarta (9/9).

“Iya, saya jelaskan pariwisata berpotensi menjadi core business Indonesia,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata di Jakarta.

Alasannya, kata Arief, kata kunci pariwisata adalah penyumbang PDB, Devisa dan Lapangan Kerja yang paling mudah, murah dan cepat. Karena itu menuntaskan semua bottlenecking di Kemenpar itu sangat bermakna ekonomis buat masyarakat. “Pertama soal PDB, pariwisata menyumbangkan 10% PDB nasional, dengan nominal tertinggi di ASEAN. Jarang lho, kita punya angka terbaik di regional kan? Di sini kita dapat!” kata Arief Yahya.

Kedua, PDB pariwisata nasional tumbuh 4,8% dengan trend naik sampai 6,9%, jauh lebih tinggi daripada industri agrikultur, manufaktur otomotif dan pertambangan. “Dari sini saja sudah bisa diraba, bahwa agriculture, manufacture, tidak akan bisa bersaing di era digital. Pariwisata justru sebaliknya, performance-nya terus menanjak dan optimism itu kian terbentuk.

Ketiga, devisa pariwisata USD 1 Juta, menghasilkan PDB USD 1,7 Juta atau 170%. Itu terbilang tertinggi dibanding industri lainnya. “Jadi kalau selama ini orang mengkategorikan industri itu menjadi migas dan non migas, maka kelak industri itu akan menjadi pariwisata dan non pariwisata,” kata Arief lagi.

Bagaimana dengan devisa? Saat ini Pariwisata masih menempati posisi ke-4 penyumbang devisa nasional, sebesar 9,3% dibandingkan industri lainnya. Tapi, pertumbuhan penerimaan devisa pariwisata itu tertinggi, yaitu 13%. Sedangkan industri minyak gas bumi, batubara, dan minyak kelapa sawit yang pertumbuhannya negatif. “Ini penting: Biaya marketing yang diperlukan hanya 2% dari proyeksi devisa yang dihasilkan,” kata jebolan Teknik Elektro ITB itu.

Soal tenaga kerja yang paling rumit dihadapi oleh negeri ini, Pariwisata itu penyumbang 9,8 juta lapangan pekerjaan, atau sebesar 8,4% secara nasional dan menempati urutan ke-4 dari seluruh sektor industri. Dalam penciptaan lapangan kerja, sektor pariwisata tumbuh 30% dalam waktu 5 tahun. “Itu pertumbuhan yang sangat signifikan,” ujarnya.

Pariwisata itu, lanjut dia, disebut pencipta lapangan kerja termurah, karena bisa meng-create job opportunity hanya dengan USD 5.000/satu pekerjaaan. “Coba banding dengan rata-rata industri lainnya yang sudah sebesar USD 100.000/satu pekerjaan,” jelasnya.

“Atas dasar potret perekonomian kita seperti itu, maka pariwisata memang sector yang paling seksi untuk dijadikan core business ini. Saat ini ada lima yang menjadi prioritas nasional, yakni infrastructure, pangan, energy, maritime, dan Pariwisata,” kata  Arief.

Arief  sering menjelaskan soal TTI –Trade, Touris, Investment. Dia ingin mengubah singkatan itu. T pertama adalah tourism, lalu mendorong T kedua trade, dan ujungnya adalah I atau investasi. “Kalau sudah terbangun tourism-nya, bisa dengan mudah trading dan mencari investor yang hendak bergabung membangun destinasi dan atraksi buatan,” ungkapnya. (*)

 

Tag Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Promosikan Wisata Belitung, Festival Tanjung Kelayang 2018 Resmi Dibuka

Tag  Pariwisata, Belitung- Masyarakat Belitung mulai hari ini hingga 19 November mendatang siap menyambut kunjungan ...