Home » Pariwisata » Menpar Dorong SDM Pariwisata Berstandard ASEAN MRA

Menpar Dorong SDM Pariwisata Berstandard ASEAN MRA

Tag Pariwisata, Jakarta –SDM lah yang akan menjaga kelangsungan pariwisata di tanah air. Spirit itu disampaikan Arief Yahya dalam acara Wisuda ke-37 Universitas Sahid Jakarta. Total 274 wisudawan, yang terdiri atas laki-laki 93, dan wanita 181, dari 11 jumlah Program Studi 11, pada 15 November lalu. Yakni Manajemen, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, Teknik Industri, Teknik Lingkungan, Ilmu HUkum, Teknologi Pangan, D3 Humas, Magister Manajemen,10 Magister Ilmu Komunikasi dan Doktor Ilmu Komunikasi.

Dalam forum itu juga hadir Prof. Dr. Sukamdani Sahid Gitosardjono, Ketua Pendiri dan Pembina Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Sosial Sahid Jaya. Juga Prof. Dr. Ir. Rahman Abdullah, Rektor Universitas Sahid.

Tiga point penting yang disampaikan Arief Yahya di hadapan calon-calon pelaku industri pariwisata itu, Jangan khawatir akan masa depan sektor Pariwisata di tanah air. Pertama, pariwisata Indonesia punya keunggulan di 4P, Product, Price, Promotion, Place. Kedua, sebagai creative industry, Pariwisata juga menjadi Core Business Indonesia ke depan betul-betul backbone ekonomi negeri ini.

“Ketiga, dalam pengembangan SDM Pariwisata itu gunakan global standard, agar bisa bersaing di level global! Nah di kita, saat ini menggunakan regional standard yang sering disebut ASEAN MRA, Mutual Recognition Arrangement. Harus punya kompetensi selevel ASEAN dulu saja,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya pun mengajak wisudawan dan wisudawati Universitas Sahid Jakarta  memiliki ASEAN MRA, juga terus melakukan inovasi dan kreasi di bidang Pariwisata. Peluang masih sangat terbuka lebar. Seluruh PTN dan PTS yang memiliki program studi kepariwisataan di Indonesia ada 120 Perguruan Tinggi, telah bersepakat untuk berkoordinasi dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan pariwisata.

“Selain itu juga komitmen untuk implementasi kurikulum berbasis kompetensi, mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), dan sertifikasi kompetensi terhadap semua lulusan yang berstandar ASEAN. Ini merupakan agenda program yang disetujui oleh setiap perguruan tinggi. Hingga tahun 2016, SDM Pariwisata tersertifikasi berstandar ASEAN berjumlah 200.000 orang. Sedangkan target 2019 adalah sebanyak 500.000 orang,” ungkapnya.

Tujuannya adalah agar kualitas dan daya saing individu maupun kelompok SDM Pariwisata terus meningkat, baik di ASEAN maupun internasional, seraya menjadi fondasi yang kokoh bagi pembangunan pariwisata Indonesia. “Secara khusus, perguruan tinggi pariwisata ini telah dibagi tugas untuk mendukung pengembangan 10 destinasi prioritas (10 Bali Baru), sesuai dengan kedekatan geografis maupun peminatannya. Ada di destinasi Danau Toba, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu dan Kota Tua, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, maupun Morotai,” kata dia.

Pada intinya, peran perguruan tinggi diharapkan menjadi motivator, dinamisator dan fasilitator bagi seluruh stakeholder di setiap destinasi. Sehingga pada akhirnya akan terwujud pariwisata berbasis masyarakat. Pemerintah dalam hal ini lebih mengedepankan tugas pokok dan fungsinya sebagai regulator, fasilitator (pendanaan, pembiayaan, pembangunan jejaring, dll.), dan supporting (pendukungan). Dengan demikian pada akhirnya pariwisata dapat menjadi urat nadi perekonomian dan kesejahteraan Indonesia.***

Tag Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ke Belitung, Jangan Dilewat Cicipi Menu Khasnya di Restoran Ini

Tag Pariwisata, BELITUNG- Makanan khas seafood yang kaya rasa dan pas di lidah kebanyakan orang ...