Home » Pariwisata » Marketplace yang Libatkan Masyarakat Lokal Peroleh Penghargaan UNWTO Award 2018

Marketplace yang Libatkan Masyarakat Lokal Peroleh Penghargaan UNWTO Award 2018

Para pemenang termasuk dari Indonesia menerima penghargaan untuk kategori Non-Government Innovation pada ajang 14th UNWTO Awards 2018, di Madrid Spanyol. (TP/Ist).

Tag Pariwisata, Jakarta– Satu marketplace dimana siapapun bisa mendapatkan dan menawarkan pengalaman unik, budaya, tradisi, kuliner, aktivitas maupun belajar kemampuan (skill) baru dari masyarakat lokal (local friends) mendapat penghargaan dari UNWTO Awards 2018. Web ini bermaksud menghubungkan travelers dan menciptakan kebahagiaan dari pengalaman bersama masyarakat lokal.

Tentu kegiatannya akan berisi aktivitas unik, bukan hanya sekedar tour, berlibur semata menghabiskan kocek wisatawan. Pengalaman interaksi itu berkesan dan akan tertanam dalam benak wisatawan. Marketplace itu lahir dari karya anak bangsa Agustinus Adhitya dan Alfonsus Aditya sebagai pendiri Triponyu.com.

Sebagai startup di bidang pariwisata, triponyu.com terpilih menjadi pemenang di kategori Non-Government Innovation pada ajang 14th UNWTO Awards 2018. United Nation World Tourism Organization (UNWTO) merupakan badan dunia milik PBB yang mengurusi pariwisata.

“Apa yang dilakukan Triponyu itu menarik. Mereka benar-benar jadi inspirasi dunia. Indonesia bangga memiliki anak muda seperti mereka,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Kamis (18/1).

“Penghargaan ini memang yang tertinggi. Dengan inspirasi yang didedikasikannya, Triponyu layak mendapatkannya. Mereka sensitif membaca setiap peluang,” terangnya lagi.

Jelinya Triponyu.com menyuguhkan berwisata yang beda menarik perhatian. Wisatawan yang terlibat, berinteraksi dengan masyarakat lokal menjadi keunggulannya. Bukan hanya menjual paket tour, akomodasi dan sekedar menyewakan alat transportasi bagi wisatawan, tapi kegiatan unik yang tak dirasakan wisatawan di tempat tinggalnya yang disuguhkan. Misalnya belajar menari tarian lokal, memasak makanan lokal, dan mempraktekan adat budaya setempat  salah satu aktivitasnya.

Hasilnya, lapangan pekerjaan pun tercipta. Selain itu share transaksi berpihak pada local guides, masyarakat setempat hingga  93%. Sehingga masyarakat lokal terlibat dan akan langsung merasakan dampak ekonominya.

“Di sinilah kekuatan dan keunikan dari Triponyu. Konsep ini yang menjadi pembeda. Siapapun, di lokasi maupun, mereka bisa mendapatkan value yang sama. Cara Triponyu juga merangsang orang untuk selalu berpikir kreatif dan inovatif,” tegas Arief Yahya.

Sebagai nominator Non-Government Innovation, Triponyu bersaing dengan 3 kandidat lain. The Sumba Hospitality Foundation yang sama-sama dari Indonesia juga menjadi nominasi, Sumba fokus pada aksi sosial. Mereka mengembangkan konsep pendidikan pariwisata berbasis go green. Sumba masuk di urutan tiga kategori ini.

“Triponyu memang pemenang, tapi kedua nominator tetap memiliki inspirasinya masing-masing. Apa yang dilakukan oleh Sumba untuk lingkungan di sana sangat luar biasa. Kami sangat puas dengan segala inovasi yang ditawarkan Sumba juga Triponyu,” ujarnya.

“Prestasi ini menjadi lecutan semangat untuk terus memajukan pariwisata Indonesia. Kami berharap, setelah ini akan banyak muncul ide dan hal baru yang menginspirasi dunia,” tuturnya.***

 

Tag Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ini 34 Event Besar di Maluku Utara yang Jadi Daya Tarik Wisatawan

Tag Pariwisata, Jakarta- Potensi alam, adat dan budaya akan jadi andalan untuk mengundang wisatawan nusantara ...