Home » Destinasi » Ini Tiga Kawasan Destinasi Terpilih Sebagai Contoh Sukses Sustainable Tourism Development

Ini Tiga Kawasan Destinasi Terpilih Sebagai Contoh Sukses Sustainable Tourism Development

BANTEN – Bagi daerah-daerah yang masuk dalam sutainable tourism, akan memperoleh sebuah sertifikat sustainable tourism. ”Sustainable Tourism Development, Sustainable Tourism Observatory, dan Sertifikasi Sustainable Tourism sebagai upaya Kemenpar dalam mendorong pertumbuhan Sustainable Tourism di tanah air. Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” ucap Menpar Arief Yahya . Kegiatan ini dilakukan  saat Opening Ceremony pameran pariwisata terbesar se-Asia Pasifik, PATA Travel Mart di Indonesian Convention Exhibition (ICE), Tangerang Selatan, Rabu (7/9) malam. Menpar Arief Yahya   me-launching kerjasama dengan jaringan Internasional UNWTO dari Sustainable Tourism Observatorium (INSTO ).

Seluruh perguruan tinggi yang ditunjuk tadi langsung melakukan penilaian terhadap daerah-daerah destinasi.  Standarnya pun dibuat global. Acuannya, prinsip-prinsip dalam sustainable tourism UN-WTO. Pembangunannya didukung secara ekologis dalam jangka panjang, layak secara ekonomi serta adil secara etika dan sosial terhadap masyarakat.

Sekjen UN-WTO (United Nation World Tourism Organization) Taleb Rifai, langsung memberikan respon. “Apa yang dilakukan Indonesia, sangat hebat. Contoh yang bagus.Dukungan pemerintah sangat penting untuk menjamin pembangunan berkelanjutan dari sektor pariwisata,” ungkap Rifai.

Rifai menilai, pembentukan tiga observatorium di Indonesia sudah on the track. Timing– nya pas. Kerjasamanya dilakukan beberapa bulan sebelum Sustainable Tourism Development di-launching pada Januari 2017. “Waktunya pas. Pembangunan pariwisata Indonesia adalah contoh sukses yang bisa ditiru negara lain,” tambah Rifai.

Sekedar gambaran, INSTO menyediakan kerangka kerja untuk pertemuan rutin , analisis dan komunikasi informasi tentang dampak lingkungan , sosial dan ekonomi pariwisata di destinasi . Saat ini, jaringannya mencakup 14 observatorium. Delapan ada di Tiongkok, tiga di Indonesia , satu di Yunani , satu di Meksiko dan satu lainnya di Brazil.

Untuk tahap awal,  Kementerian Pariwisata  Arief Yahya itu menunjuk tiga lembaga pendidikan tinggi sebagai badan research. Tugasnya, mengimplementasikan konsep prinsip sustainable tourism di daerah destinasi. Ketiga lembaga pendidikan tinggi tersebut adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM ) dan Universitas Mataram (Unram).

Daerah observasinya juga sudah disiapkan. Setidaknya ada tiga kawasan destinasi yang sudah disodorkan untuk diobservasi dengan pendekatan Sustainable Tourism Development (STD). Yang pertama, Sesaot  di Senggigi, Lombok Barat. Kawasan ini akan diduetkan dengan Universitas Mataram. Setelah itu, ada Pangandaran yang akan berkolaborasi dengan tim ITB Bandung. Satunya lagi,  Sleman dengan Universitas Gajah Mada. Tiga kawasan destinasi itu diobservasi dengan pendekatan Sustainable Tourism Development (STD) oleh UN-WTO dengan didampingi perguruan tinggi nasional yang melihat kaitan antara community, destination, dan sustainability. “Saya ingin jadikan Indonesia sebagai contoh sukses Sustainable Tourism Development,” ujar .***

 

Tag Facebook
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Makin Mudah Saja ke Danau Toba, Batik Air Akan Terbang ke Silangit

Tag Pariwisata, Jakarta- Maskapai Batik Air akan segera terbang ke Bandara Silangit dari Bandara Internasional ...

Share