Home » Pariwisata » Ini Kesibukan Destinasi Wisata Jelang Awal Tahun 2018

Ini Kesibukan Destinasi Wisata Jelang Awal Tahun 2018

Keseruan pesta kembang api di salah satu destinasi perbatasan Bintan Kepri. (TP/Ist)

Tag Pariwisata, Jakarta- Bali, Lombok, Jogja dan Batam menjadi lokasi wisata paling favorit sebagian wisatawan untuk menghabiskan libur akhir tahun.

Pada 30 Desember 2017, Bali sebagai destinasi favorit  mencatat sebanyak 83 kedatangan dengan 15.038 pax dan 78 keberangkatan dengan 12.391 pax, di terminal internasional. Sedangkan di terminal domestik sebanyak 126 kedatangan dengan 18.149 pax dan 132 keberangkatan dengan 16.054 pax.

Hal tersebut dijelaskan secara  tertulis oleh General Manager (GM) PT Angkasa Pura I, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Yanus Suprayogi.

Para selebriti dunia, termasuk Pangeran Fahad bin Faisal Al-Saud, bahkan telah tiba di Bali pada Kamis (28/12). Pangeran Fahad merayakan liburan akhir tahun di Bali.

Okupansi hotel bintang di kawasan Nusa Dua Bali pada Sabtu (30/12) tercatat mencapai 81,14%, kemudian meningkat menjadi 85,83% pada Minggu (31/12).

Meningkatnya okupansi hotel terjadi di kawasan Seminyak, Sanur, Ubud, maupun Kuta. Tingkat hunian kamar hotel di daerah Kuta selatan, misalnya, rata-rata mencapai 80%. Dari 125 kamar tingkat yang dimiliki, menjelang liburan tutup tahun, keterisian kamarnya sudah mencapai 90%.

Seperti data yang diperoleh dari Crisis Center Kementerian Pariwisata, kunjungan wisatawan ke sejumlah lokasi wisata di Bali terus meningkat. Sebut saja kunjungan wisatawan di Taman Ujung Karangasem yang pada awal Desember hanya 30-40 orang/hari, namun sejak 23 Desember tercatat 250 orang/hari. Selain itu, jumlah kunjungan wisatawan ke daya tarik wisata Pura Taman Ayun pun meningkat hampir 6 kali lipat pasca erupsi Gunung Agung, dari sebelumnya 150 menjadi 850 orang per hari.

Lokasi wisata lain yakni DTW Jatiluwih-Tabanan juga mengalami peningkatan dan kembali normal dari biasanya yang hanya 400 orang per hari kini menjadi 600 orang per hari, sekitar 50% nya adalah Wisman. Selain itu, kunjungan wisatawan ke Pura Besakih pun dinyatakan terus meningkat.

Kabar baik juga datang dari Lombok yang juga sempat terdampak erupsi Gunung Agung. Di Bandara Internasional Lombok terminal Domestik, tercatat 81 penerbangan (40 kedatangan, 41 keberangkatan), sebanyak 4.396 pax dan 4.481 pax. Sementara, di terminal Internasional, tercatat 6 penerbangan (3 kedatangan, 3 keberangkatan), sebanyak 324 pax dan 397 pax. Seperti di Bali, jumlah kedatangan di Bandara Lombok juga meningkat. Hal ini menjadi pertanda bahwa pariwisata di Lombok dalam kondisi ramai.

Kota besar lain yang juga semarak dalam menyambut tahun baru yakni Jogjakarta. Hal yang sangat berpengaruh bagi kunjungan wisatawan di Jogja pada pergantian tahun ini adalah kehadiran Presiden Joko Widodo yang menghabiskan liburan akhir tahun di Jogjakarta.

Pada kesempatan tersebut, Presiden berkeliling area Malioboro menggunakan andong. Jokowi bersama keluarga juga membeli beberapa oleh-oleh khas Jogja. Kehadiran Presiden ini menggerakkan pariwisata di Jogja. Tak hanya area Malioboro, sejumlah daerah dilaporkan juga mengalami peningkatan kunjungan wisatawan.

Sebut saja area Malioboro, ada berbagai pertunjukan seni yang digelar terhitung sejak tanggal 30 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018. Pegelaran seni tersebut menampilkan kesenian daerah dan kreativitas warga Jogjakarta seperti pagelaran stand up comedy, pertunjukan seni dengan berbagai genre, dan lain-lain.

Sementara itu di salah satu wilayah perbatasan yakni Batam juga meriah. Apalagi dengan diresmikannya penerbangan Busan-Batam dan Incheon- Batam oleh Lion Air.

Penerbangan langsung kedua kota itu menuju Batam terbilang strategis dikarenakan Busan dan Incheon merupakan lokasi strategis yang menghubungkan berbagai wilayah di Korea Selatan.

Untuk kerjasama ini, Lion Air menjalin kerjasama dengan Travel Global Aviation Alliance Co.,Ltd dan Sky Angkor Air di Korea. Pesawat yang digunakan yakni juga pesawat terbaru Boeing 737 MAX 8. Pesawat ini dapat mengangkut 175 penumpang.

Menurut Ketua Asita Kepulauan Riau, Andika, turis Korea menyumbang jumlah wisatawan asing yang cukup besar ke Batam, menempati urutan ketiga atau keempat dari seluruh wisman bergantian dengan Jepang.
“Bila dibandingkan dengan Singapura, wisatawan Korea lebih suka dan nyaman berwisata ke Batam. Mereka menilai Singapura terlalu komersial dan waktu turnya tidak fleksibel. Belum lagi, mereka merasa bangga di Batam karena pemandu wisata adalah orang Indonesia yang bisa berbahasa Korea. Bukan, orang Korea yang lama tinggal di negara ini, ada unsur proximity (kedekatan) disini” ujarnya.

Untuk akhir tahun 2017 hingga Januari 2018, masih menurut Andika, okupansi hotel di Batam selalu full. Naiknya grafik kunjungan wisatawan diprediksi akan terus berlangsung hingga pelaksanaan Imlek pada Februari yang akan datang.***

 

Tag Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Setelah 28 Tahun, Akhirnya Patung GWK Diresmikan

Tag Pariwisata, Bali- Pa Garuda Wisnu Kencana (GWK) diresmikan Presiden Joko Widodo, di Bukit Ungasan, ...