Home » Pariwisata » Ini Implementasi Program Prioritas Kemenpar Tahun 2017

Ini Implementasi Program Prioritas Kemenpar Tahun 2017

Tag Pariwisata, Jakarta-Menpar Arief Yahya pada kesempatan Rakornas IV (6-7/12) di Grand Ballroom Hotel Sultan Jakarta, memaparkan program priortas Kemenpar yang akan dikembangkan dan diimplementasikan tahun 2017. Program prioritas itu antara lain digital tourism, homestay, dan konektivitas udara.

Menpar menegaskan untuk meningkatkan kunjungan wisman secara signifikan dapat dicapai dengan go digital sebagai strategi khusus untuk merebut pasar global sebagai pasar utama.

“Kondisi pasar sudah berubah. Wisatawan melakukan perjalanan (traveler); mulai dari mencari dan melihat-lihat informasi (look), kemudian memesan paket wisata yang diminati (book) hingga membayar secara online (pay). Gaya hidup wisatawan dalam mencari informasi destinasi, memperbandingkan antar produk, memesan paket wisata, dan berbagi informasi kini telah mereka lakukan secara digital. Dengan kata lain kini wisman melakukan search and share menggunakan media digital,” kata Menpar Arief Yahya.

Sementara itu, untuk implementasi program pembangunan 100.000 homestay sebagai program pembangunan ‘desa wisata’ di 10 destinasi wisata prioritas akan dimulai tahun 2017.

Untuk implementasi program pembangunan konektivitas udara, Menpar Arief Yahya mengatakan ketersediaan kapasitas seat sebanyak 19,5 juta oleh berbagai perusahaan maskapai penerbangan (airlines) Indonesia dan asing saat ini hanya cukup untuk menenuhi target kunjungan 12 juta wisman pada 2016, untuk target 15 juta wisman tahun 2017 membutuhkan tambahan 4 juta seat. Sedangkan untuk target 20 juta wisman pada 2019 perlu total tambahan 10,5 juta seat pesawat. Tambahan 4 juta seat untuk mendukung pencapaian target 15 juta wisman perlu dilakukan upaya antara lain; kecukupan slot bandara tertentu, kecukupan air service agreement (ketersediaan air traffic right) serta menambah direct flight regular berjadwal maupun charter dari pasar potensial.

Baca juga: http://tagpariwisata.com/indonesia-incorporated-dukung-target-15-juta-wisman-dan-265-juta-wisnus-tahun-2017/

Menurut data Badan Pariwisata Dunia (UNWTO) dan WTTC 2015, sektor pariwisata memberikan kontribusi sebesar 9,8% Produk Domestik Bruto (PDB) global, kontribusi terhadap total ekspor dunia sebesar US$ 7,58 triliun dan foreign exchange earning sektor Pariwisata tumbuh 25,1%, dan pariwisata membuka lapangan kerja yang luas; 1 dari 11 lapangan kerja ada di sektor pariwisata. Dibandingkan dengan sektor lain, pembangunan pariwisata merupakan yang paling mudah menciptakan lapangan kerja (pro-job), pengentasan kemiskinan (pro-poor), mendorong pertumbuhan ekonomi (pro-growth), dan melestarikan lingkungan hidup (pro-environment). Dalam konteks ini, pariwisata memiliki prinsip “Semakin dilestarikan, Semakin Mensejahterakan”.

Prospek cerah pariwisata dunia tersebut menjadi acuan dalam menetapkan target pariwisata nasional ke depan. Presiden telah menetapkan target pariwisata dalam lima tahun ke depan atau 2019 harus naik dua kali lipat, yakni; memberikan kontribusi pada PDB nasional sebesar 8%, devisa yang dihasilkan Rp 240 triliun, menciptakan lapangan kerja di bidang pariwisata sebanyak 13 juta orang, jumlah kunjungan wisman 20 juta dan pergerakan wisnus 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 30 dunia.***

 

Tag Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pasca Gempa Lombok, Restoran Cepat Saji Ini Berikan Bantuan pada Pengungsi

Tag Pariwisata, Jakarta–Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pasca gempa 7SR di Lombok Nusa Tenggara ...