Home » Pariwisata » Ini Dampak Liburan Raja Saudi ke Bali Bagi Pariwisata Indonesia

Ini Dampak Liburan Raja Saudi ke Bali Bagi Pariwisata Indonesia

images

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud memilih Bali sebagai tempat berlibur dalam rangkaian kunjungan resminya ke Indonesia awal Maret mendatang. Foto: Ist

Tag Pariwisata Jakarta –Bali akan menjadi tujuan wisata Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, dalam kunjungan kenegaraannya ke Indonesia 1-9 Maret 2017.

Raja ketujuh dalam dinasti Alsaud itu akan membawa 1000 orang dalam rombongan ke Bali dan berencana bermalam di kawasan wisata Nusa Dua.

Seorang raja, tokoh yang berpengaruh di Timur Tengah, yang punya banyak follower di dunia maya, memilih Bali sebagai destinasi liburannya. Sehingga menurut Arief Yahya liburan Raja Salman akan memperkuat citra pariwisata di Pulau Dewata dan Indonesia. “Raja Arab Saudi bisa menjadi endorser yang istimewa, seorang raja, pemimpin dan panutan negara, orang nomor satu yang semua perilakunya akan diikuti oleh rakyatnya,” ujar Arief, Jumat (24/2).

Liburan Raja Salman di Bali pasti akan menjadi perhatian dunia, terutama negara-negara Arab. Apalagi Indonesia memang membidik negara-negara Arab sebagai pasar pariwisata.

“Sebagai tokoh dunia, kehadiran Raja Salman itu sudah pasti akan diliput oleh media internasional, termasuk media di Arab. Ini akan memiliki media value yang tinggi dengan indirect impact yang sangat besar bagi pariwisata Indonesia,” tuturnya.

Pesona Nusa Dua telah menjadi impian masyarakat di dunia untuk disinggahi. Dan Raja Salman akan menginap di salah satu hotel di kawasan ini.Foto:Ist

Pesona Nusa Dua telah menjadi impian wisatawan dunia untuk disinggahi. Dan Raja Salman akan menginap di salah satu hotel di kawasan ini. Foto:Ist

Apalagi Indonesia punya konsep wisata halal, dengan pasar terbesar wisata halal adalah Arab dan Timur Tengah. Sedangkan jumlah outbound travellers dari Timur Tengah lebih dari 100 juta wisman. Nah liburan Raja Salman di Bali akan menjadi promosi pariwisata Indonesia termasuk wisata halal.

“Mereka berpotensi untuk datang kembali ke Bali and Beyond. Destinasi wisata halal seperti Lombok, Aceh dan Sumbar bisa berpromosi di Bali,” tutur Arief Yahya.

Lebih lanjut Arief memerinci, wisman asal Arab selama ini dikenal paling royal dalam membelanjakan uang saat berwisata. Mereka memang suka berbelanja dan menginap di hotel berbintang.

Dalam data Kemenpar, rata-rata setiap wisman asal Arab membelanjakan uangnya hingga USD 1.800. “Rata-rata dunia, UNWTO (Organisasi PBB untuk Dunia Pariwisata, red) itu hanya USD 1.200,” katanya.

Selain itu, wisman asal Arab Saudi juga dikenal punya periode tinggal (lenght of stay) saat berwisata paling lama. “Biasanya di musim haji, musim panas, mereka berlibur dengan keluarga berombongan besar seperti Raja Salman ini,” tukasnya.(***)

 

Tag Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ini Alasan Mengapa Profesi Tour Leader Sangat Menarik

Tag Pariwisata, Jakarta- Menjadi Tour Leader (TL) bagi sebagian kalangan khususnya anak muda jaman sekarang ...