Home » Pariwisata » Ini 34 Event Besar di Maluku Utara yang Jadi Daya Tarik Wisatawan

Ini 34 Event Besar di Maluku Utara yang Jadi Daya Tarik Wisatawan

Tag Pariwisata, Jakarta- Potensi alam, adat dan budaya akan jadi andalan untuk mengundang wisatawan nusantara maupun manca negara melalui 34 event besar yang tiga diantaranya masuk dalam National calendar event, yakni Festival Tidore (Kota Tidore Kepulauan, 23 Maret–12 April 2018), Festival Teluk Jailolo (Kabupaten Halmahera Barat, 3–5 Mei 2018), dan Festival Kora-Kora (Kota Ternate, 1-3 Desember 2018).

Hal tersebut mengemuka pada Launching Calendarof Events (CoE) Maluku Utara 2018 oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Balairung Soesilo Sudarman Jakarta pada Selasa (13/3).

Pada kesempatan itu Arief Yahya mengemukakan bahwa di Morotai Maluku Utara saat ini sedang dibangun berbagai fasilitas pendukung, seperti pengembangan bandara, pengerasan dan pelebaran landasan dari 2.400×30 meter menjadi 2.400×45 meter. Proses itu kini masuk pada tahap lelang. Gedung Terminal ditargetkan selesai 31 Maret/April 2018. Nantinya bandara ini akan dijadikan bandara Internasional, sama halnya  dengan Bandara Silangit dan Belitung.

Pengembangan pariwisata di Provinsi Maluku Utara, lanjut Menpar, dapat dilakukan melalui konsep Nomadic Tourism. Artinya, segala sarana pendukung pariwisata dapat dibuat secara temporary.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Maluku Utara H. Muhammad Natsir Thaib menegaskan kemajuan pariwisata Maluku Utara telah dirasakan dengan ditetapkannya Pulau Morotai sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas untuk dijadikan menjadi “Bali Baru” yang percepatan pembangunannya tengah dilakukan.

Selain itu, lanjutnya, Provinsi Maluku Utara ingin mengembangkan diri menjadi destinasi marine tourism kelas dunia, mengingat potensi wisata bahari yang dimiliki serta letak geografisnya sangat menunjang untuk mewujudkan keingingan itu. “Di antara pulau-pulau yang ada di Maluku Utara sangat cocok dikembangkan sebagai marine tourism. Saat ini di Pulau Jailolo sudah mulai dikembangkan marine tourism oleh pengusaha profesional,” kata Natsir Thaib.

Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo sejak lama sekitar Abad XIII sudah dikenal masyarakat dunia sebagai sumber rempah dunia, dan Maluku Utara memiliki keunggulan dalam wisata sejarah karena terdapat banyak benteng peninggalan dari Bangsa Portugis, Spayol, Inggris, serta situs peninggalan Perang Dunia II dari Jepang dan Amerika Serikat.

Peluncuran CoE Provinsi Maluku 2018 diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang ditargetkan mencapai 11.000 wisatawan mancanegara (wisman) dan 350.000 pergerakan wisatawan nusantara (wisnus), sekaligus mendukung target pariwisata nasional tahun 2018 sebanyak 17 juta wisman dan 270 juta wisnus.***

 

Tag Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Promosikan Wisata Belitung, Festival Tanjung Kelayang 2018 Resmi Dibuka

Tag  Pariwisata, Belitung- Masyarakat Belitung mulai hari ini hingga 19 November mendatang siap menyambut kunjungan ...