Home » Pariwisata » Gelar 72 Event Setahun, Ini Kota Festival Terbaik di Indonesia

Gelar 72 Event Setahun, Ini Kota Festival Terbaik di Indonesia

Launching Banyuwangi Festival 2017 sukses digelar di Balairung Soesilo Sudarman Gedung Kementerian Pariwisata (3/2).

Launching Banyuwangi Festival 2017 sukses digelar di Balairung Soesilo Sudarman Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata Jumat (3/2). Foto:Ist

Tag Pariwisata, Jakarta- Banyuwangi punya 72 Festival selama tahun 2017. Menteri Pariwisata Arief Yahya pada kesempatan Launching Festival Banyuwangi 2017, Jumat (3/2) bahkan menyebut Banyuwangi adalah The Best City Festival, Kota Festival Terbaik di Indonesia !

“Banyuwangi kota terbaik penyelenggara festival. Solo kedua, dengan 52 festival, sedangkan Banyuwangi saya nobatkan sebagai The Best City Festival,”  kata Arief Yahya.

Menurutnya, dengan jumlah wisman 75 ribu, dan wisnus 3,5 juta ke Banyuwangi, uang yang dikeluarkan wisatawan karena festival bisa mencapai Rp. 1,5 triliun. Angka itu diperoleh  dari spending wisman ke Banyuwangi sekitar USD5000, total sekitar Rp500 miliar belum wisnusnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa festival yang digelar itu bukan sebatas mobilisasi masyarakat di kota, tapi tahun ini festival ditempatkan di desa sehingga dampak buat desa akan terasa. Festival bisa di tengah sawah, di pasar bahkan itu terjadi.

Di tengah sawah Desa Banjar Licin, Launching Banyuwangi Festival telah digelar 25 Januari lalu. Foto:Ist

Di tengah sawah Desa Banjar Licin, Launching Banyuwangi Festival telah digelar 25 Januari lalu. Foto:Ist

” Festival ini bukan pekerjaan pariwisata saja namun merupakan konsolidasi rakyat, birokrasi untuk menghindari egosektoral,”  jelas Abdullah Azwar Anas.

Ada event every day, ada pentas seni budaya di rumah kreatif di Banyuwangi. Banyuwangi week end, kegiatan terpola sebagai produk kreatif sehingga ada panggung di desa-desa.

Itu semua terjadi dengan menggerakkan masyarakat dan komunitas melalui 1400 titik smart kampung, 80 desa sehingga yang menjadi center adalah desanya, mereka menjadi Humas Pemda.

Dampaknya tentu luar biasa, wisman yang tahun 2010 masih  5 ribuan jumlahnya, kini lompat menjadi 80 ribu. Sedangkan wisnusnya dulu masih di angka 750 ribu, sekarang 3,5 juta.

Nah tahun ini, festival itu  ditargetkan akan mendatangkan  100 ribu wisman, dan 3,5 juta wisnus. Sekarang tiket pesawat, kereta kerap habis menuju ke Banyuwangi karena semaraknya kota ini dengan festival.

Dampak lainnya, di sepanjang pantai, sungai yang kumuh, jadi bersih karena banyak komunitas yang peduli soal kebersihan.

Festival yang digelar untuk menyemarakkan Banyuwangi itu bahkan mendorong memunculkan destinasi baru agar wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi tidak pernah bosan.

Baca juga: Sungai di Banyuwangi Dilengkapi CCTV

Dari 72 gelaran event Banyuwangi Festival 2017, akan disajikan event besar yang telah menjadi ikon daerah seperti Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (27-30 September 2017), Banyuwangi Ethno Carnival (11 November 2017), Festival Gandrung Sewu (8 Oktober 2017), Banyuwangi Beach Jazz Festival (2 September 2017), dan Jazz Ijen (6-7 Oktober 2017), selain event anyar yang akan menjadi magnet baru antara lain; Banyuwangi Sail Yacht Festival (15 September 2017) dan Festival Bambu (12-13 Mei 2017).

Untuk mendukung kreativitas anak muda dan mendorong sektor ekonomi kreatif digelar Festival Video Kreatif (26 Juli 2017) yang menampilkan potensi tiap desa dan Festival Dandang Sewu (4-5 Agustus 2017) yang menyajikan kreasi di sentra produksi alat masak.

Sejumlah tradisi asli Banyuwangi juga difestivalkan antara lain Barong Ider Bumi (26 Juni 2017), Seblang (30 Juni & 5 September 2017), Tumpeng Sewu (24 Agustus 2017), Kebo-keboan (14 September & 1 Oktober 2017), hingga Petik Laut (4 & 23 Oktober 2017).

Ada Agro Expo (13-20 Mei 2017), Festival Durian (20 Mei 2017) dan Fish Market (3 Oktober 2017) untuk menguatkan dan mempromosikan produk pertanian serta perikanan. Misalnya, bakal ditampilkan durian merah yang menjadi buah khas Banyuwangi.

Untuk Festival Kuliner akan diangkat ‘pecel pithik’ salah satu kuliner khas masyarakat Suku Osing Banyuwangi yang diharapkan semakin dikenal oleh wisatawan saat bertamasya rasa di depot-depot Banyuwangi.

Untuk sport tourism, selain menggelar International Tour de Banyuwangi Ijen (27-30 September 2017) juga ada Banyuwangi International Ijen Green Run (23 Juli 2017), Banyuwangi International BMX (22-23 April 2017) dan Kite and Wind Surfing Competition di Pulau Tabuhan (26-27 Agustus 2017). ***

 

Tag Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Promosikan Wisata Belitung, Festival Tanjung Kelayang 2018 Resmi Dibuka

Tag  Pariwisata, Belitung- Masyarakat Belitung mulai hari ini hingga 19 November mendatang siap menyambut kunjungan ...