Home » Industri keratif » Festival Crossborder Atambua Berhasil Menginspirasi Kabupaten Belu Bersolek Jadi Tujuan Wisata

Festival Crossborder Atambua Berhasil Menginspirasi Kabupaten Belu Bersolek Jadi Tujuan Wisata

Atambua, ibu kota Kabupaten Belu akan lebih terasa denyut ekonominya bila pariwisata serius dikembangkan, Bupati Kabupaten Belu Willybrodus Lay  menyatakannya dalam wawancara  usai Festival Crossborder Atambua di lapangan Simpang Lima Atambua (8/10).  “Pariwisata akan serius dikembangkan. Pertama menyamakan persepsi para stake holder selanjutnya menanamkan sadar wisata pada masyarakat,” ungkap Willybrodus Lay.

Adalah Festival Crossborder Atambua yang digelar Kementerian Pariwisata selama beberapa tahun ini telah menjadi inspirasinya. ” Saya berterima kasih dengan adanya kegiatan festival ini, kami jadi terdorong menata pariwisata karena memang sektor ini akan membantu perekonomian rakyat,” tambahnya.

Meningkatnya kunjungan dari Timor Leste ke Indonesia lewat pintu masuk utama PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Motaain di Atambua itulah target  penyelenggaraan Festival Crossborder Atambua. Sehingga dampak berikutnya ada peningkatan devisa masuk ke dalam negeri.

Kenyataannya memang benar, grup band ‘Lobow’, bintang tamu pada festival malam itu mampu menyedot masyarakat  dari kabupaten tetangga maupun dari Timor Leste datang ke Atambua. Mereka datang untuk menyaksikan penampilan grup musik yang tenar dengan lagu “Kau Cantik Malam Ini”.  Apalagi bila  yang tampil merupakan grup band papan atas seperti Slank, Boomerang, kunjungan masuk yang tercatat di PLBN Motaain   naik cukup berarti, dan itu pernah terjadi sekitar semester pertama tahun ini.

PLBN di Motaain yang  kini dalam proses  penyelesaian pembangunan gedung menjadi megah, akan menjadi magnet lain pergerakan ke Atambua khususnya dari Timor Leste.Bangunan PLBN  itu kelak merubah kebiasaan orang yang dulunya berbondong ke pintu masuk Timur Leste hanya sekedar untuk berfoto karena di sana lebih bagus, kelak akan terbalik,  nantinya kebanyakan orang akan berfoto di Motaain.

 

Willybrodus Lay  pun menyadari kondisi kondusif yang telah terbangun karena dukungan pemerintah pusat itu. Karenanya dia telah menyiapkan langkah   menata Kabupaten Belu. Awalnya dengan menyiapkan area pantai dekat Atambua agar nyaman dikunjungi, dilengkapi  tempat kuliner  khas Atambua. Saat ini  Atambua terkenal penghsil  ikan tapi untuk makan ikan belum ada restoran yang memadai. Rencananya  tidak terlalu lama, Desember ini akan selesai penataan pantai dan  pusat kuliner Atambua.

Langkah lanjutannya  akan disiapkan desa adat yang saat ini sedang di petakan. Perbaikan jalan yang kini rusak ke Fulan Fehan, lokasi wisata pantai dan air terjun. Begitu juga atraksinya berupa festival Hari Raya Perawan Santa Maria akan diselenggarakan rutin. Kerajinan tenun pun akan dibina. Itulah langkah awal namun cukup berarti untuk mulai membangun pariwisata di tanah Kabupaten Belu. ***

 

 

 

 

Tag Facebook

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ini Pemenang Sayembara Arsitektur Nusantara untuk Homestay

JAKARTA – Semalam 10 pemenang Sayembara Arsitektur Nusantara untuk homestay telah diumumkan. Menpar Arief Yahya dan Kepala ...