Home » Pariwisata » Dorong Pariwisata, Festival Cap Gomeh di Belitung Berlangsung Meriah

Dorong Pariwisata, Festival Cap Gomeh di Belitung Berlangsung Meriah

Tag Pariwisata, Belitung -Perayaan Tahun Baru Imlek selalu diakhiri dengan acara Cap Go Meh. Termasuk juga di Belitung,  Festival Cap Gomeh digelar  untuk mengakhiri perayaan Tahun Baru Imlek  2570, tahun 2019  di Tanjung Pandan 19-20 Februari. Puncaknya perayaan digelar Rabu malam  (20/2) dengan aneka petunjukan Barongsai (tarian singa), Liong ( tarian naga),  juga hiburan tari dan musik khas Belitung. Kegiatan tersebut digelar oleh  Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung dan Komunitas Tionghoa Belitung didukung Kementerian Pariwisata RI. Festival ini merupakan satu dari 36 festival yang akan digelar tahun ini untuk mendatangkan wisatawan ke Belitung.

Cap Go Meh biasanya digelar di hari kelima belas  bulan pertama Imlek dan merupakan hari terakhir dari rangkaian masa  perayaan Imlek bagi komunitas migran Tionghoa yang tinggal di luar China. Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkian yang bila diartikan secara harafiah bermakna “15 hari atau malam setelah Imlek”. Bila dipenggal per kata, ‘Cap’ mempunyai arti sepuluh, ‘Go’ adalah lima, dan ‘Meh’ berarti malam.

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie yang membuka Festival Cap Gomeh   mengungkapkan bahwa perayaan  Cap Go Meh telah diadakan setiap tahun di Belitung, namun hanya terbatas digelar di beberapa komunitas. Tahun ini lebih besar dan terbuka karena Cap Go Meh bukan hanya perayaan budaya dan agama namun juga pariwisata. “ Selain itu di Belitung perayaan Cap Go Meh tidak mendapatkan resistensi dari masyarakat, itu menunjukkan masyarakat Belitung sudah cukup dewasa menyikapi perbedaan, bahkan semua berbaur meski dengan perbagai perbedaan,” kata Isyak.

Justru tahun depan harapannya bisa digelar lebih meriah dengan lampion yang lebih banyak. Acara ini  tahun depan  bisa menjual kursi undangan VIP, stand pameran bisa dijual sehingga bukan hanya untuk masyarakat Belitung saja, namun mendatangkan wisatawan dari luar Belitung bahkan bila mungkin dari manca negara.

Wisatawan dari manca negara yang diharapkan datang melalui event tentu saja beralasan dijadikan target karena penerbangan langsung dari luar negeri rencananya akan bertambah dengan masuknya penerbangan Air Asia Juni mendatang  ke Belitung dari Kuala Lumpur.  Rencananya seminggu empat kali Air Asia akan terbang ke Belitung dari Kuala Lumpur, tiga kali ke Surabaya dan ke Jakarta  setiap hari. Dan untuk menjamin keberlangsungan penerbangan itu Kepala Dinas Pariwisata Belitung, Hermanto pada kesempatan yang sama mengatakan digelarnya  36 event di Belitung tahun ini diharapkan akan mendorong datangnya wisatawan yang tahun ini yang ditargetkan sebanyak 500 ribu orang. “ Cap Go Meh kali ini hanya satu dari banyak event yang kami siapkan sebagai bagian dari  tag line pariwisata ‘ Lets Go Belitung’ yang telah kami siapkan. Saya berharap Cap Go Meh ini bisa membawa berkah, kesehatan dan rejeki dan tercapai cita-vita masyarakat Belitung, “ kata Hermanto.

Nantinya dari semua event yang digelar di wilayah yang sedang bergiat pariwisata ini, tidak hanya berupa event budaya namun juga olah raga dengan skala lokal, nasional bahkan internasional.***

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sasar Wisatawan Milenial, Ini 6 Program Pengembangan SDM Pariwisata 4.0

Tag Pariwisata, Jakarta- Sama dengan misi lanjutan Presiden Joko Widodo, pembangunan SDM menjadi titik berat ...