Home » Pariwisata » Catat, Ini Kalender Event 2017 di Denpasar

Catat, Ini Kalender Event 2017 di Denpasar

Tag Pariwisata, Jakarta – Apa saja yang akan digelar tahun depan di Kota Denpasar, sudah disiapkan melalui kalender  event  2017.

Kuta atau Legian sebagai destinasi liburan utama di Bali, juga punya kalender event sendiri. Beragam kalender event itu bergabung membentuk festival yang tak akan berhenti sepanjang tahun demi menambah daya tarik pulau Dewata itu.

Sebagai ibukota Provinsi Bali, Kota Denpasar juga tidak kalah cantik, memiliki wajah modern namun tetap dilapisi kekentalan budaya, adat dan tradisi yang bersumber dari ajaran agama Hindu.

Tahun depan, Kota Denpasar mengajak wisatawan untuk berkunjung menikmati event-event yang digelar sepanjang tahun.

Kalender event 2017 di Denpasar, bervariasi mulai dari peringatan hari-hari suci keagamaan, atraksi wisata, rangkaian HUT Kota Denpasar, festival budaya hingga perayaan pergantian tahun. Berikut ini event-event yang bisa Anda kunjungi sepanjang tahun, tandai kalender Anda untuk liburan ke Bali dan singgahlah di Denpasar.

Januari 2017

Purnama atau bulan penuh di Bali bermakna sebagai hari baik atau hari suci. Masyarakat Hindu Bali banyak melakukan kegiatan spiritual pada hari purnama. Pura Jagatnatha adalah salah satu pura yang ramai dikunjungi umat untuk bersembahyang di hari purnama pada 12 Januari. Acara lain di bulan Januari yaitu Kanjeng Keliwon dimana umat Bali akan menghaturkan sesajen pada 15 Januari, juga ada Hari Saraswati pada 21 Januari yang diadakan untuk memuja Dewi Saraswati sebagai dewi ilmu pengetahuan dan seni.

Februari

Saksikan Tumpek Landep pada 4 Februari. Ini merupakan hari raya pemujaan kepada Sang Hyang Siwa Pasupati sebagai dewanya Taksu. Pada bulan ini juga diselenggarakan Grand Final Duta Pariwisata Kota Denpasar untuk mencari grand finalis duta wisata, serta Hari Ulang Tahun Kota Denpasar yang ke-229 pada 27 Februari.

Maret

Sehari sebelum Hari Raya Nyepi, diselenggarakan pengerupukan yaitu upacara untuk mengusir Buta Kala. Akan ada pawai ogoh-ogoh sebagai representasi Buta Kala yang diarak keliling lingkungan dan kemudian dibakar. Pada saat Nyepi yang jatuh pada 28 Maret, umat Hindu di Bali akan melaksanakan empat pantangan yaitu tidak menghidupkan cahaya, tidak boleh bekerja, tidak ada bepergian dan tidak ada hiburan. Sehari setelah Nyepi, ada upacara omed-omedan yang dilakukan oleh pemuda-pemudi Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar.

April

Hari Raya Galungan jatuh pada 5 April, sebagai peringatan atas terciptanya alam semesta dan kemenangan Dharma melawan Adharma. Pada 15 April giliran Hari Raya Kuningan yang dirayakan, dimana umat Hindu akan melakukan persembahyangan ke pura atau mejaran. Mitosnya, pada saat Hari Kuningan berlangsung, Sang Hyang Widi beserta seluruh Bhatara datang dari surga.

Mei

Datanglah ke Denpasar pada 20 Mei untuk menyaksikan Tumpek Krulut. Ini merupakan tradisi untuk melakukan pemujaan terhadap Sang Hyang Widi di dalam manifestasinya sebagai “Ciwa Nataraja” dewa kesenian.

Juni

Tanggal 24 Juni menjadi hari yang istimewa di Denpasar karena diselenggarakannya Tumpek Kandang, yaitu hari istimewa untuk hewan ternak dan hewan peliharaan. Bulan Juni juga ditunggu-tunggu karena Pesta Kesenian Bali (PKB) akan berlangsung. Festival tersebut menjadi simbol aktivitas dan kreativitas para seniman dalam mendukung program-program pemerintah. Festival Gong Kebyar merupakan salah satu parade yang paling ditunggu-tunggu dalam PKB.

Juli

Tumpek Wayang yang diadakan pada 29 Juli akan menjadi persembahan menarik bagi wisatawan. Ini adalah pemujaan kehadapan Dewa Siwa sebagai Dewa Taksu, terutama untuk wayang kulit. Bagi anak yang lahir pada wuku wayang, wajib memohon penglukatan wayang. Selain itu, bulan Juli juga merupakan perayaan bagi Bali Maha Lango atau acara apresiasi kesenian Bali, dan Rare Bali Festival yang ditujukan untuk memperingati Hari Anak Nasional.

Agustus

Hari Saraswati dirayakan kembali pada bulan ini pada tanggal 19. Sehari setelah itu ada perayaan Banyu Pinaruh yang disambut dengan kegiatan penyucian diri dengan cara mandi di tempat-tempat sumber mata air seperti pantai, danau dan sungai.

September

Buda Wage Ukir berlangsung pada 6 September sebagai persembahan terjadap Sang Hyang Sri Nini, pada tempat penyimpanan harta benda. Hari ini dipercaya tidak baik untuk membayar sesuatu atau melakukan transaksi jual beli.

Oktober

Hari Tumpek Uduh jatuh pada 7 Oktober. Hari ini merupakan pemujaan terhadap Sang Hyang Sangkara, sebagai manifestasi Sang Hyang Widi Wasa dalam menciptakan kesuburan pada tumbuh-tumbuhan sehingga dapat memberikan hasil kepada manusia. Pada 17 Oktober, diselenggarakan Anggar Kasih Julungwangi yaitu tradisi membersihkan Parhyangan untuk menyambut Hari Raya Galungan.

November

Pada 1 November, dirayakan Hari Raya Galungan sebagai hari yang diyakini terciptanya alam semesta dan kemenangan Dharma melawan Adharma. Sehari setelahnya, umat Hindu di Bali akan melakukan sembahyang di masing-masing merajan dan mengunjungi kerabat untuk bersilaturahmi mempererat hubungan.

Desember

Sebagai penghujung tahun yang juga dilalui oleh banyak upacara tradisional, seperti Buda Keliwon Pegatuakan pada 6 Desember, Tumpek Krulut pada 16 Desember, Tilem pada 18 Desember, serta Denpasar Festival yang merupakan agenda terbesar di kota ini.***

Tag Facebook
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Solo Great Sale Dibuka, Sebulan Penuh Wisatawan Bisa Belanja dengan Diskon Hingga 80%

SOLO — Kementerian Pariwisata menyambut baik ajang tahunan Solo Great Sale (SGS) tahun 2018 yang ...

Share