Home » Pariwisata » Ada Pesona Khasanah Ramadhan di Lombok, Suguhkan Wisata yang Dijamin Beda

Ada Pesona Khasanah Ramadhan di Lombok, Suguhkan Wisata yang Dijamin Beda

Tag Pariwisata, Jakarta- Bulan Ramadhan angka pergerakan, kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri  biasanya menurun hingga 50%. Namun di Lombok, justru  Ramadhan kemasan kegiatan dibuat beda hingga kegiatan wisata tidak terhalang, dengan diluncurkannya “Pesona Khasanah Ramadhan”.  Di bumi 1000 masjid itu Ramadhan akan diramaikan dengan berbagai aktivitas  kreatif yang cocok dengan suasana bulan suci. Kategorinya masuk spiritual tourism. Beberapa ritual di bulan Ramadhan bahkan akan dipimpin langsung oleh 4 imam besar yang khusus datang dari Syiria,Libanon, Maroko dan Mesir. Mereka akan hadir di Lombok memimpin ibadah Ramadhan agar suasananya tidak kalah khusuk dengan suasana Ramadhan di Timur Tengah.

Kegiatan lain yang akan digelar antara lain ada bazar, pesta kuliner khas Ramadhan, dan aneka diskusi agama. “Diharapkan wisatawan tetap bisa berwisata siang hari ke objek wisata yang sudah terkenal misalnya desa adat Sade, ke Pantai Kuta lalu malamnya bertarawih jamaah,” jelas  Muhammad Zainul Majdi,  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (4/5) di Balairung Soesilo Sudarman Kantor Kementerian Pariwisata Jakarta, saat peluncuran program Pesona Khazanah Ramadhan.

Selama ini Ramadhan identik dengan tidak melakukan apapun kecuali darurat. Hal ini menyebabkan layanan publik menurun dan produktivitas mengendor.

Kegiatan Pesona Khazanah Ramadhan 2017 akan dilaksanakan selama sebulan penuh di NTB yang diawali dengan Rembug Republik. Rembug ini membahas tentang permasalahan ketimpangan atau isu-isu nasional yang bertujuan untuk mendapatkan sebuah solusi.

Ajakan Gubernur TGB ini disambut positif oleh Association of The Indonesia Tours and Travel Agency (Asita) atau Asosiasi Biro Perjalanan Indonesia Provinsi NTB. Ketua DPD Asita NTB Dewantoro Umbu Joka menilai, Lombok memiliki potensi dalam menggaet wisatawan untuk merasakan suasana berpuasa di sini. Asita NTB juga akan mencoba menawarkan paket khusus Ramadhan kepada wisatawan.

“Asita akan menjual promo paket khusus wisata khusus Ramadhan. Kita sudah punya triknya. Paket wisata Ramadhan nanti bisa kita masukan tambahan buka puasa dan salat tarawih bersama bagi wisatawan,” ungkap Dewantoro.

Dewantoro mengatakan, Asita NTB sudah berkoordinasi dengan pengurus Kompleks Islamic Center NTB yang kini mulai menjadi salah satu tempat yang wajib disinggahi wisatawan kala bertandang ke Lombok. Dirinya berharap, pengurus Islamic Center NTB menyediakan pemandu wisata guna menjelaskan keberadaan masjid dengan arsitektur yang menawan dan juga sejarah tentang Islam di Lombok.

“Paket wisata religi sangat bisa dimaksimalkan meski paket wisata religi belum dibuat terpisah dan masih menjadi satu dengan paket city tour. Harapannya nanti ada juga yang jual pernak-pernak khas Islamic Center NTB sehingga benar-benar menjadi paket religi bagi wisatawan,” pungkas Dewantoro.

Sementara itu Menteri Pariwisata Arief Yahya menekankan poin penting mengenai kebersihan di destinasi, karena kebersihan itu sebagian dari iman. “Hanya saja, di level internasional tingkat kebersihan negara kita masih kalah dari negara-negara lain, pengelolaan sampah plastik kita terburuk nomor 2 di dunia, maka harus kita tekankan poin kebersihan ini, di TTCI ranking kebersihan masuk dalam kategori health and hygiene, kita ada di ranking 108 dari 136 sebelumnya,” kata Menpar Arief Yahya. ***

Tag Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Setelah 28 Tahun, Akhirnya Patung GWK Diresmikan

Tag Pariwisata, Bali- Pa Garuda Wisnu Kencana (GWK) diresmikan Presiden Joko Widodo, di Bukit Ungasan, ...